Rabu, 25 Februari 2015

Cara bernyanyi

Menyanyi adalah salah satu bakat yang dimiliki oleh setiap orang. Tentu saja beberapa orang ada yang lebih berbakat dari yang lain, tapi bahkan jika Anda memiliki suara yang kurang bagus, dengan dedikasi dan banyak latihan, Anda dapat mengatasinya. Bahkan jika Anda hanya percaya diri menyanyi di kamar mandi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan menyanyi Anda. Suara emas Anda akan bergema dalam waktu singkat! Beberapa orang yang memiliki kemampuan menyanyi yang kurang juga dapat menjadi terkenal dan hebat!!!!

1
Memilih gaya menyanyi Anda. Gaya menyanyi yang Anda pilih dapat mempengaruhi cara menyanyi Anda. Pelajari bagaimana cara menyanyikan gaya yang Anda pilih, namun ketahuilah bahwa semakin banyak gaya menyanyi yang Anda kuasai, Anda akan menjadi penyanyi yang semakin hebat. Artikel ini hanya membahas teknik menyanyi secara umum, tapi ada beberapa jenis gaya menyanyi yang dapat Anda coba seperti:
  • Pop
  • Rock
  • R&B
  • Jazz
  • Country
  • Hip Hop
  • Rap
  • Beatbox
  • Psikedelik. Jika Anda menginginkan tantangan dalam penampilan musik, Anda mungkin dapat mencoba gaya musik ini. Gaya musik ini memiliki karakteristik ‘lembut’ dan ‘baru’ untuk menyanyikannya, dan kebanyakan orang senang mendengarkannya. Jika Anda mendalami gaya musik ini, Anda mungkin dapat menciptakan sebuah tren baru, jika Anda benar-benar serius mendalaminya!
  • Musik ‘Indie’ sangat berkembang zaman sekarang, dan banyak sekali kesempatan di dalam gaya musik ini untuk mengembangkan kemampuan Anda, khususnya dalam menulis lirik lagu.
2
Temukan jarak vokal Anda. Ini sangat penting karena jika Anda menyanyikan lagu yang tidak sesuai dengan jarak vokal Anda, suara Anda akan terdengar seperti beruang yang sedang demam.
  • Jarak vokal Anda sangat ditentukan oleh ukuran dan bentuk bagian tubuh yang menghasilkan suara Anda. Ukuran dan bentuk dari pangkal tenggorokan Anda merupakan faktor utama yang menentukan jarak vokal Anda. Anda mungkin dapat sedikit melewati batasan, namun jarak vokal Anda secara umum sudah ditetapkan. Berikut adalah panduan untuk membantu Anda menemukan jarak vokal Anda:
    • Sopraninos: Jarak vokal yang tertinggi, seorang sopranino dapat menyanyi sampai D6 dan bahkan lebih.
    • Sopranos: Seorang sopranos dapat menyanyi dari C4 sampai A5, atau bahkan lebih tinggi.
    • Mezzo-soprano: Seorang mezzo-soprano memiliki jarak vokal dari A3 sampai F5.
    • Alto: Jarak vokal standar untuk alto adalah E3 sampai E5.
    • Contralto: Jarak vokal wanita yang paling rendah disebut juga “Contralto”, yaitu di bawah E3.
    • ’’’Countertenors’’’: Seorang pria yang memiliki jarak vokal yang tinggi hingga mencapai jarak alto dan soprano, atau memiliki falsetto yang kuat dan jelas disebut juga “countertenors”.
    • Tenor: Tenor mendekati jarak vokal akhir pria pada umumnya. Seorang tenor dapat menyanyi dengan nyaman pada jarak C3 sampai A4.
    • Baritone: Penyanyi baritone memiliki jarak antara F2 sampai E4.
    • Bass: Jarak vokal seorang penyanyi bass adalah sekitar F2 sampai E4, dengan jarak nyaman antara G2 sampai A3.
    • Contrabass: Jika Anda dapat menyanyikan nada G1 atau lebih rendah, Anda dapat dikenal sebagai penyanyi sub-bass, contrabass, atau basso profundo.
  • Orang akan menyukai atau membenci suara Anda dari karakter suara Anda, bukan hanya dari berapa tinggi nada yang sanggup Anda nyanyikan. Jarak vokal Anda dapat ditingkatkan dengan latihan yang tepat namun pastikan bahwa Anda menggunakan cara latihan yang tidak merusak pita suara Anda.
3 Mulai belajar secara gratis. Ada banyak video pelatihan vokal di Youtube, mulai dari tips dasar sampai ahli. Mungkin akan sedikit sulit menemukan pelatih vokal yang baik di internet, namun dengan melakukan hal ini, Anda akan tahu apakah Anda suka bila diajari cara menyanyi, siap untuk melakukan latihan, dan siap untuk mengikuti pelatihan vokal yang sesungguhnya. 


4
Ikut pelatihan. Cari pelatih vokal atau guru musik yang bagus yang dapat membantu Anda menjadi penyanyi yang baik. Cobalah cari pelatih di toko alat musik atau guru musik sekolah Anda.
  • Jika Anda serius ingin menjadi penyanyi profesional, mengikuti pelatihan sejak dini adalah hal yang harus Anda lakukan: Penampilan dengan teknik yang buruk dapat merusak nyanyian Anda!
  • Jika Anda tidak dapat menyewa guru vokal atau tidak suka mengikuti pelatihan vokal berbayar, cobalah bergabung dengan kelompok paduan suara.
  • Ada beberapa pelatihan vokal yang dapat dipelajari sendiri di rumah seperti Singing Success, Sing and See, Singorama, Singing for the Stars dan Vocal Release, tapi pastikan untuk mencari tahu pelatihan mana yang berhasil untuk penyanyi lain.
5
Ketahui bagian tubuh yang Anda gunakan ketika menyanyi. Semakin Anda paham tentang hal ini, suara yang Anda hasilkan akan semakin baik.
  • Sentuh bagian atas dari tulang selangka Anda. Sekitar setengah inch di bawah jari Anda adalah bagian atas paru-paru Anda.
  • Periksa tulang rusuk Anda. Tulang rusuk Anda berbentuk seperti gagang ember yang terhubung dengan tulang punggung dan tulang dada Anda. Ketika Anda menarik napas, tulang rusuk Anda mengembang dan mengakibatkan dada Anda juga mengembang. Ketika membuang napas, tulang rusuk mengempis bersamaan ketika udara keluar dari paru-paru.
  • Temukan garis dada Anda. Ini adalah tempat pusat dimana paru-paru Anda mengembang. Letakkan tangan Anda di tengah badan Anda, tepatnya di bawah tulang dada. Ambil napas panjang, dan gerakkan tangan Anda sampai Anda menemukan titik maksimal dimana tulang rusuk Anda mengembang.
  • Bagian bawah paru-paru Anda terletak di bawah tulang dada, dimana tulang rusuk terhubung. Bagian bawah paru-paru ini adalah letak diafragma Anda. Alasan mengapa perut Anda ikut mengembang ketika menarik napas adalah karena diafragma menekan segala sesuatu yang ada di bawah tulang rusuk Anda, bukan karena paru-paru Anda berada di perut.


Murid SD di Banten Belajar di Kelas Bocor Bersekat Bambu

Provinsi Banten yang letaknya tak jauh dari Ibukota seharusnya memiliki fasilitas pendidikan yang memadai. Namun, hal itu tak berlaku bagi siswa Sekolah Dasar (SD) 01 Mekar Sari, Kampung Gendir, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, yang beratap bocor dan bersekat bambu.

Murid di sekolah ini juga harus rela membagi ruangan dan bangkunya kepada murid lainnya. Sekolah ini sekarang hanya memiliki 3 ruangan kelas yang digunakan untuk siswa kelas I hingga VI.

"Bahkan kami harus rela membagi sekat ruang guru dengan siswa kelas IV, karena keterbatasan ruangan," kata Mustofa, Kepala Sekolah SDN Mekarsari 01 Mekar Sari, Selasa (9/9/2014).

Gedung sekolah yang dibangun tahun 1968 ini berdiri atas permintaan masyarakat agar anak-anaknya tak menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer jika ingin mengenyam pendidikan. Selain jauh, jalanan pun sulit dilalui ketika hujan turun.

"Kalau musim hujan jalan masuk ke kampung ini tidak bisa dilalui kendaraan," lanjutnya.

Jika dilihat kondisi bangunannya, ruangan yang ada sulit untuk bisa disebut sebagai tempat belajar. Sekolah yang memiliki 120 murid ini dindingnya telah retak di mana-mana, bahkan sekat ruangannya pun terbuat dari bilik bambu.

Atap bangunan tak lagi utuh dan tiang penyangga dari kayu pun telah rapuh dimakan rayap. Sementara lantainya sudah tak berubin lagi. Kondisi seperti ini akan semakin parah saat musim hujan, karena banyak air yang masuk, baik dari atap maupun dari lantai, sehingga mengakibatkan ruangan menjadi becek dan licin.

Pihak sekolah memang terpaksa membuat sekat agar 1 ruangan bisa digunakan untuk 2 kelas saat belajar mengajar. Kondisi ini membuat para murid tak bisa belajar dengan tenang. Mereka harus berdesakan duduk di bangku karena tempat yang sempit. Jumlah bangku yang tak mencukupi memaksa para murid harus rela duduk bergantian.

Bahkan mereka mengeluh karena sulit berkonsentrasi untuk menerima pelajaran karena dalam 1 ruangan itu harus berbagi suara dengan kelas lainya yang hanya dipisahkan sekat bambu.

Sementara para guru juga tidak bisa berkonsentrasi memberikan pelajaran secara penuh. Tak jarang kalau musim hujan tiba, proses belajar mengajar pindah ke rumah warga.

Sedangkan menurut Asrofi, salah satu guru senior dan wali kelas IV menjelaskan, dulu sekolah ini memiliki 5 ruangan kelas, namun banyak yang hancur karena gempa bumi di Ujung Kulon tahun 1999.

"Sejak gempa itu sempat dapat bantuan pembangunan 3 ruang kelas, tapi sampai sekarang belum pernah ada lagi. Padahal kondisinya sudah tidak layak," kata Asrofi.

Pihak sekolah pun sudah berkali-kali mengajuka proposal bantuan perbaikan, tetapi hal tersebut hingga kini tak ada kabarnya.

"Setiap tahun kita diminta ajukan proposal bantuan sama foto kondisi bangunan ke dinas, tapi alhamdulliah cuma janji saja. Padahal Pak Camat sama orang Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) juga pernah ke sini beberapa kali," ujarnya.

Sebagai seorang guru, ia hanya berharap agar muridnya diberikan sarana dan prasarana yang memadai, bukan dengan ruangan kelas yang bocor dan rusak parah. "Pemerintah ingin mutu pendidikan di Banten naik, tapi gimana bisa baik kalau kondisi sekolah tempat kami belajar seperti ini," pungkas Asrofi.

sumber : liputan6.com

5 Pelajar SMP Datangi Rumah Transisi Curhat Penerapan Kurikulum

5 Pelajar berseragam SMP ditemani oleh seorang guru mendatangi Rumah Transisi. Kedatangan mereka sejak pukul 08.00 WIB ingin curhat mengenai masalah dalam Kurikulum 2013.

Namun, tak ada petinggi di Rumah Transisi yang menemui mereka, hanya ada beberapa personel Paspampres yang terlihat mengamankan lokasi.

Pelajar dan guru tersebut berasal dari SMPN 252 Duren Sawit, Jakarta Timur. Guru matematika dari sekolah tersebut, Harder Sinaga menuturkan anak didiknya yang diajak ke Rumah Transisi adalah pelajar kelas 8 yang mendapatkan Kurikulum 2013 secara mendadak.

"Persoalannya mereka kelas 8, tahun lalu nggak dapat Kurikulum 2013. Tapi di tengah jalan dapat Kurikulum 2013. Di Jakarta hanya 31 sekolah yang ditunjuk, tapi tiba-tiba semua kelas 8 jadi Kurikulum 2013 semua, padahal SMP 252 nggak termasuk," ujar Harder di Rumah Transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Dia mengungkapkan, sekolahnya tidak menolak implementasi Kurikulum 2013. Namun seharusnya implementasi dilakukan bertahap. Apalagi para pelajar juga tidak ditunjang dengan buku-buku Kurikulum 2013. Begitu juga dengan janji pemerintah menyediakan sarana buku pada 15 Agustus lalu, tapi belum ada buktinya.

Harder mengaku sudah berbicara dengan pihak kementerian terkait, tapi tak digubris. "Kan saat liburan guru-guru ada penataran implementasi kurikulum. Guru Disdik yang ngajar kita bilang ini keputusan menteri yang harus dijalankan," tutur Harder.

Tentang kedatangannya ke Rumah Transisi diakui sebagai inisiatif pribadi. Bahkan Harder mengaku mengajak beberapa pelajar yang mau dan tanpa sepengetahuan pihak sekolah.

Salah seorang pelajar, Aliyah Rifdah menuturkan setiap hari proses belajar mengajar masih menggunakan buku KTSP 2006. Karena itu ia pun ingin meminta kejelasan.

"Kalau bisa Pak Jokowi kasih kita gimana gitu, kasih kepastian dong. Belajarnya pakai yang mana," cetus Aliyah.

Aliyah menyampaikan pula kalau kedatangannya tidak menyita waktu belajar, apalagi bolos. Ia baru masuk sekolah siang hari. "Kita masuk siang, kalau nggak ada orang, ya sudah kita ke sekolah," tandas Aliyah.

sumber : liputan6.com

Jual Buku Kurikulum 2013, Toko Digerebek Warga dan LSM

Puluhan warga dan sejumlah perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Depok, Jawa Barat menggerebek toko buku yang kedapatan menjual Buku Kurikulum 2013 tingkat SD. Penggerebekan dilakukan karena buku Kurikulum 2013 adalah milik negara dan tidak boleh diperdagangkan.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (2/9/2014), keributan antara petugas LSM dan karyawan toko buku di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok pun tak terhindarkan.

Karyawan toko tak terima disebut mencuri buku oleh seorang anggota LSM. Karyawan toko berdalih tidak mengetahui jika buku yang dijualnya itu dilarang. Padahal di sampul buku tertulis larangan penjualan.

Situasi seperti ini pun menjadi dilema bagi orangtua dan siswa. Di satu sisi mereka ingin mendapatkan buku gratis dari pemerintah. Namun buku-buku yang ditunggu tak kunjung datang. Hal inilah yang membuat sejumlah orangtua nekat membeli buku pelajaran Kurikulum 2013 agar anak-anak mereka tidak tertinggal pelajaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Heri Pansila meminta seluruh siswa dan orangtua bersabar. Ia berjanji seluruh siswa akan mendapatkan buku gratis Kurikulum 2013 pada akhir bulan ini.

Belum diterimanya buku Kurikulum 2013 juga terjadi di Jombang, Jawa Timur. Hingga saat ini buku mata pelajaran masih tak kunjung datang. Agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran sesuai Kurikulum 2013, para siswa dianjurkan menggunakan laptop.

Puluhan kepala sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Jombang juga diwajibkan mengikuti pelatihan untuk mendalami cara mengajar dengan menggunakan laptop.

sumber : liputan6.com

Tak Ada di Sekolah, Buku Kurikulum 2013 Malah Dijual di Kwitang

Buku pelajaran Sekolah Dasar (SD) dengan kurikulum 2013 atau buku tematik terpajang di etalase toko buku di daerah Kwitang, Jakarta Pusat.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Selasa (2/9/2014), tidak sulit mencarinya buku tematik itu karena meski stok terbatas, tetapi buku itu masih tersedia.
Orangtua murid yang membutuhkan buku untuk anaknya belajar mau tidak mau harus membeli buku terbitan pemerintah yang dijual dengan harga paling murah sekitar Rp 15.000.
Untuk mengganti buku pelajaran yang belum tersedia di sekolah, ada juga orang tua yang membeli buku lain dengan penerbit yang biasanya digunakan untuk swasta, seperti terbitan Erlangga dan Yudhistira.
Terlambatnya distribusi buku pelajaran diakui Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Larso Marbun, prosedur distribusi sejauh ini diakui Larso sudah berjalan dengan semestinya.
Namun kelalaian pihak ketiga dalam hal ini percetakan terkait penyediaan buku sesuai kuota masih dipertanyakan. Anehnya, buku paket kurikulum 2013 justru dijajakan secara bebas di sejumlah toko buku grosir.
Hal itu juga yang akan dievaluasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait kendala implementasi kurikulum 2013. Pengamat pendidikan justru mendesak Kemendikbud untuk tak ragu mengajukan gugatan hukum ke pihak penerbit buku.
Agar proses belajar mengajar tidak terganggu, sekolah diharapkan bisa kembali menggunakan buku kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang ada. Dengan begitu para siswa tetap bisa belajar sambil menunggu buku tematik kurikulum 2013.

sumber : 

Buku Panduan Tak Ada, Guru Himpun Materi Lewat Internet

Memasuki bulan kedua masa belajar mengajar tahun ajaran baru, buku panduan belajar untuk pegangan guru dan siswa tak kunjung diterima. Kondisi ini dikeluhkan siswa karena menyebabkan mereka kesulitan mengerjakan tugas pelajaran di rumah.

Agar materi pelajaran tetap tersampaikan kepada anak-anak didiknya, dalam tayangan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (3/9/2014), sejumlah guru di SD Negeri 1, Kecamatan Sragen Kota, berusaha mencari alternatif dengan cara menghimpun bahan pelajaran dari hasil diklat rapat dan penataran. Para guru juga mencari data tambahan dari internet. Kesulitan belajar gara-gara terlambatnya buku panduan belajar juga dialami siswa SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Untuk menyikapi hal ini, para guru menggunakan buku dari luar agar tidak ketingalan mata pelajaran. Sedangkan siswa harus mencari buku pendamping sendiri di toko yang harganya relatif mahal.

Kini buku sudah sampai kepada siswa, namun datangnya dianggap sangat terlambat.

Tercatat ada 16 mata pelajaran untuk kelas XII, dimana mereka harus membeli buku di luar dengan kisaran harga Rp 50.000 - Rp 111.000 per buku. Bagi sebagian siswa kondisi ini dianggap memberatkan.

Kondisi ini juga menempatkan siswa di posisi dilematis. Satu sisi enggan ketinggalan mata pelajaran, di sisi lain mereka terbebani karena harus membeli buku di luar sekolah.

sumber : liputan6.com

Orangtua Murid Demo Kurikulum 2013 di Kantor DPRD Bogor

Dengan didampingi oleh aktivis pendidikan, sejumlah ibu mendatangi Kantor DPRD Kota Bogor siang tadi. Mereka mengadu kepada wakil rakyat yang baru terpilih mengenai sistem pendidikan di Kota Bogor yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. 
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Rabu (3/9/2014), sebelumnya mereka berunjuk rasa di Kantor Balaikota mengeluhkan Kurikulum 2013 dan meminta Pemkot Bogor menghapus sistem pendaftaran siswa baru secara online karena dinilai belum siap diterapkan.
Sementara, buku paket Kurikulum 2013 masih menumpuk di kantor percetakan dan penerbit CV Jabal Rohmat di Jalan Cikunir Raya No. 91 Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Penerbit tak bersedia menjawab kenapa buku belum didistribusikan. Buku tak kunjung datang beberapa sekolah berinisiatif mengambil sendiri buku yang dijanjikan dikirim pada Agustus lalu.
Di SMPN 40 Jakarta, buku paket kurikulum 2013 baru tiba pagi tadi. Murid-murid senang karena selama ini mereka kesulitan belajar tanpa buku. Agar kegiatan belajar tidak terganggu, pihak sekolah menggunakan fotokopi untuk belajar.
Buku yang datang ternyata juga belum lengkap. Buku untuk kelas 7 baru 3 mata pelajaran, sedangkan buku kelas 8 baru 6 dari 9 mata pelajaran yang dijanjikan. Setelah didata, buku akan langsung dibagikan kepada murid.

sumber : liputan6.com